Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku. Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”

(QS. Al Baqarah: 186)
Terlalu banyak definisi tentang do’a, bila diuraikan takan cukup memenuhi ruang tulisan ini, namun maha baik Allah dengan segala kemurahan hati-Nya, ia kabulkan harapan harapan orang yang bermunajat dan meminta langsung kepadaNya.

Sabda Rasulullah SAW: “Semua Nabi memohon permohonan, atau semua nabi mempunyai doa yang ketika mereka berdoa dikabulkan, maka kujadikan doaku adalah syafaat untuk ummatku di hari kiamat” (Shahih Bukhari)

Hadist diatas mengatakan bahwa Rasulullah menjadikan do’anya sebagai syafaat untuk umatnya dihari akhir, begitu besarnya cinta Rasulullah terhadap kita umatnya yang terkadang kita masih lupa atau kebanyakan lupa untuk sekedar mengirimkan shalawat terhadap nabi kita, atau kita tengah lalai dalam membaca Al-Qur’an sebab yang kita baca hari ini adalah social media layaknya facebook, Instagram, twitter dan masih banyak lagi atau sibuk membalas chating hingga lupa waktu hingga lupa bahwa hari ini kita melewatkan bacaan Al-Qur’an.

Bahkan ketika Rasulullah SAW sedang sakaratul maut, beliau masih saja mengingat umatnya, khawatir jika nanti umatnya pun sama merasakan sakit yang dirasakannya saat itu, MasyaaAllah kita dikhawatirkan oleh orang yang dijamin masuk syurga, bahkan meskipun telah dijamin Rasulullah merasa harus terus beribadah tanpa lelah. Sedangkan kita ? bukan orang yang dijamin masuk syurga, tetapi masih santai aja ngejalani hidup dan kita nggak tau kita bakalan mati kapan, tapi masih sans bilang, “yaudahlayaa jalani ajaa seperti air mengalir”, baiklaaah bila seandainya air mengalir ketempat yang bersih, sejuk dan adem nggak masalah sama sekali, tapi bila air tersebut mengalir ke comberan atau ketempat lainnya yang kotor dan bersumber penyakit, lantas kita enjoy aja menikmati itu semua ? kita nggak bisa kayak gitu brader and sister hehehe, islam tentu punya pedoman dalam menjalani hidup, yakni al-Qur’an dan Sunnah, Semua permasalahan ada solusinya disana, You’ve got what you want guys, serius!

Balik lagi ke topik bahasan tentang Do’a, satu satunya yang selalu ada dan mendengarkan keinginan bahkan isi hati kita hanya Allah, tapi kadang kita nggak sadar (lagi lagi…) ada masalah sedikit langsung galau, punya hutang galau padahal Allah menjamin Rezeki semua mahluk-Nya dan Allah yang akan mencukupkan looh, tapi kita tetep khawatir dan masih takut, guys Allah nggak akan ngasih cobaan melebihi kapasitas pundak kita, Allah uji kita sesuai kesanggupan kita menanggung beban itu, Allah ingin kita kuat dan mampu hadapi masalah sekecil bahkan sebesar apapun, Cuma kalo ada apa apa bisikin Allah mohon pertolongan, minta perlindungan, minta dikuatin, minta dimampuin, minta aja sama Allah, Allah seneng kok.

Allah seneng sama orang yang banyak minta ini itu, menggantungkan harapannya sama Allah, menjadikan Allah prioritas dalam segala hal, bukan yang Cuma ada butuhnya aja baru nyamperin, pas galaunya aja baru ngadu ngadu sama Allah, harusnya malulah kita kalo kayak gitu. Dalam do’a kita juga harus melatih diri untuk bersyukur dan bersabar, dua duanya saling melengkapi dan menguatkan do’a yang kita terbangkan kelangit, do’a yang kita bisikan dalam sepertiga malam kita, atau bahkan do’a yang terucap lirih dalam rindu yang menyesakkan dada hingga hanya Allah saja yang tahu, bahwa rindu ini masih miliknya (eh hehehe).

Sabar dan syukur layaknya dua sisi mata uang yang tak bisa terpisahkan dalam berdo’a, Pahalanya gak usah ditanya, pahala orang yang bersabar tanpa batas dan yang bersyukur selain Allah kasih pahala, Allah tambah pula “nikmat” versi Allah tentunya, Untung apa untung ? yaaa jelas untunglaah, apalagi kalo hati dan fikiran selalu positif, masyaaAllah dijamin hidupnya adeeem teruss hehehehe.

Tapi kan kita terkadang tak luput dari dosa dan khilaf ? iya benar sekali, sebaik baiknya orang yang berdosa adalah yang menyegerakan bertaubat. Allah kurang baik apa coba, kalo kita buat salah Allah tunggu kita untuk bertaubat, lalu setelah tau itu salah, sudah sepatutnya kita nggak buat kesalahan itu lagi yakan? Bertaubat yang sebenar benarnya taubat hingga tidak mengulangi dalam melakukan hal yang sama dengan kesalahan yang sama.

Semoga Allah menjadikan kita orang orang yang pandai bersyukur, pandai bermuhasabah diri, dan semoga Allah melindungi kita semua dengan tetap mengumpulkan kita bersama orang orang yang baik yang selalu merindukan kebaikan di sisi kita, Allahu yuftah ‘alaikum, Aamiin.

Call 081222244222
Tanya Zakat / Infaq