BISMILLAHIRRAHMAANNIRRAHIIM
Keberkahan itu terasa bila ada ketulusan dalam setiap hal yang kita kerjakan, termotivasi oleh sebuah keinginan mewujudkan harapan seorang ibu. Ibu dari tiga orang anak yaitu Hilwa Syatira, Alif Mufid Syafwan dan Kirana Nindita Dewiansyah dan sebagai seorang single parent setelah wafat suaminya Bpk Mochamad farimansyah. Ibu Dewi Purnama sari yang akrab dipanggil bu Dewi sebagai seorang ahli medis kebidanan dengan segala kesederhanaanya beliau meyakini “SEDEKAH ITU BISA MEMBUAT KAYA”. Pada saat team MY menemui beliau di kediamannya yang sekaligus sebagai tempat praktek rumah bersalin di Jl. Swadaya 2 Rt 05/04 no 84 Bojong Meunteup, Rawa Lumbu Bekasi. Dengan wajah sumringah menyambut kedatangan kami, beliau meneceritakan pengalamannya awal mula hingga sekarang menjadi donatur PYI.
“Awal mengenal Panti Yatim Indonesia itu ditahun 2011 saya sering bolak balik ke Rumah bersalin ibu Dinuriza tempat saya belajar praktek kebidanan, rumah bersalin tersebut bertetangga dengan Panti Yatim Indonesia di jl. Sultan Agung Bekasi saya datang kesana bersama seorang teman dengan membawa kencleng , pada saat dibuka teman saya sempet keheranan melihat isi kencleng yang isinya ratusan ribu semua, padahal yang dia tahu utang saya banyak tapi kenapa isi kenclengnya banyak , bagi saya urusan saya biar Allah yang atur.
Termotivasi dari ibu saya yang menginginkan saya memiliki mobil, yang memang selama ini saya selalu memakai motor, bagi saya dengan uang seadanya dan kendaraan yang ada saat ini alhamdulillah saya amat sangat menikmati dan tak pernah merasa kurang, tapi ibu saya bilang “masa sih nggak punya banda (harta) yang kelihatan , padahal orang bilang pasiennya banyak”, tapi rasanya sangat tidak mungkin pada saat itu saya memiliki mobil , tapi saya nggak pernah putus asa karna tak ada yang tak mungkin dimata Allah. Lalu saya ajak kedua anak saya Hilwa dan Alif untuk masukan uang ke dalam kotak PRKS dan mereka berdo’a meminta sama Allah “ Ya Allah semoga mamah segera punya mobil”, saya yakin kekuatan do’a sangat luar biasa ditambah lagi dengan do’a – do’a anak yatim makanya saya sering datang ke Panti Yatim Indonesia, saya sangat merasakan dampak positif dari kekuatan shodaqoh saya merasa diberi kelancaran dan kemudahan seperti ketika saya pada akhirnya bisa memiliki mobil, rasanya cukup mudah, saya bersama suami mendatangi dealer mobil dengan hanya membawa uang 7.5 juta tapi ternyata dpnya 15 juta dengan kepandaian suami saya akhirnya dp bisa nego menjadi 9 juta dan sisa kekurangannya bisa saya tutupi, Alhamdulillah akhirnya mobil Honda Jazz merah bisa kami bawa pulang. Semenjak saya datang ke Panti Yatim Indonesia, Alhamdulillah segala kesulitan saya yang saya alami amat terasa ringan dan terutama wasilah dari do’a-do’a anak yatim rasanya selalu saja di beri jalan oleh Allah ketika saya ingin beli mobil sedangkan beban utang saya banyak sekitar 11 juta perbulan harus saya tutupi kalo dipikir sangat berat tapi ketika Allah mudahkan jalannya maka semua terselesaikan.
Bagi saya Panti Yatim Indonesia sudah seperti rumah persinggahan ketika saya merasa sedih maka saya datang ke Panti Yatim Indonesia, saya seperti punya teman curhat yang aman karena apapun yang saya ceritakan para petugasnya selalu mau mendengarkan dan hal yang paling saya butuhkan yaitu selalu ada doa buat saya dari anak-anak yatim.
Saya selalu mendahulukan bershodaqoh sebelum melakukan pekerjaan-pekerjaan yang beresiko, seperti sebelum menolong orang dalam persalinan, karena resiko persalinan itu bisa terjadi apa saja misalnya pendarahan atau bahkan bisa terjadi sesuatu yang menyebabkan kematian bagi ibu atau bayinya yang tidak terselamatkan, tapi dengan bershodaqoh terlebih dahulu membuat saya selalu merasa lebih tenang dan ringan ketika melakukan pekerjaan itu dan Alhamdulillah setiap pekerjaan diberi kelancaran.
Bahkan ada sebuah pengalaman , ketika itu saya membutuhkan uang cukup besar dan saya azamkan kalo uang penghasilan hari itu akan saya sumbangkan. Uang pendapatan hari itu hanya diambil buat keperluan makan sehari dengan meminta ibu saya untuk memasukan uang Rp. 400.000 ke kencleng, dan dengan doanya yang tulus Allah izinkan besoknya saya dapat uang Rp. 2 juta , seperti itulah saya mengajak ibu juga suami untuk meyakini bahwa bershodaqoh itumebawa keberkahan dan membuka jalan rezeki padahal suami saya itu termasuk orang yang tidak mudah percaya apalagi sama lembaga –lembaga social tapi saya berusaha meyakinkan Dia kepada siapapun memberi hanya Allah-lah yang akan membalasnya atau menggantinya bahkan dengan berlipat ganda, akhirnya suamipun jadi mempercayai hal itu.
Sekarang suami saya telah meninggal, tapi saya ingin tetap istiqomah menjadi donatur PYI karena ketika anak saya yatim dan saya harus menjadi ibu sekaligus ayah bagi anak-anak saya bukan berarti saya harus berhenti bershodaqoh karena disisi lain banyak hal yang luar biasa yang saya alami, sungguh Allah itu setiap kali menimpakan apapun kepada hambanya maka Allah akan sertakan kebaikan didalamnya.
Alhamdulillah sampai saat ini saya masih diberi kemampuan untuk berbagi dengan anak-anak yatim di Panti juga di tempat lain, saya juga bersyukur kedua anak saya yang sudah besar mereka mau belajar di pesantren dan putri kecil saya yang masih berumur 8 bulan juga sangat anteung saya berharap mereka nurut sama orang tua semoga ketiga anak saya jadi anak-anak yang shaleh dan shalehah.
Saya yakin berkat doa anak –anak yatim sesulit apapun masalah yang saya hadapi selalu ada jalan keluar yang Allah berikan dan saya merasa jiwa saya sudah menyatu dengan Panti Yatim Indonesia dan saya senang karena berdonasi di Panti Yatim Indonesia banyak sekali kemudahan ketika saya tidak bisa datang ke Panti, saya tinggal minta petugas PYI datang Alhamdulillah saya selalu mendapat pelayanan yang baik dari Panti Yatim Indonesia, pokoknya saya sudah jatuh hati ke Panti Yatim Indonesia karena Panti Yatim Indonesia ini termasuk salah satu Panti yang amanah dalam menunaikan tugasnya terbukti dengan bisa memiliki bangunan sendiri dari hasil wakaf , sudah punya sekolah dan anak anak asuhnya cukup banyak dari yang tinggal diasrama juga anak –anak yatim yang diberi santunan berkala yang berada diluar asrama, juga program-program lain yang bermanfaat dan membantu orang banyak.
Harapan saya Panti Yatim Indonesia tetap menjadi panti asuhan yang selalu amanah dan menjaga kepercayaan dari para donatur, bisa mencetak generasi muda yang berakhlaqul karimah serta selalu meningkatkan pelayanan tapi insyaallah pelayan petugas Panti Yatim Indonesia itu sudah cukup baik. Semoga Panti Yatim Indonesia terus maju dan semakin banyak orang yang merasakan manfaatnya dan terbantu dalam menunaikan amal sholeh terutama dibidang amaliah harta.
Tempat praktek

Kunjungan team MY