Sejarah Panti Yatim Indonesia

Mengurangi angka anak terlantar memerlukan langkah strategis yang terkoordinasi dan terintegrasi. Disamping kewajiban yang melekat dengan tugas pemerintah, tugas komplementer berupa keterlibatan dan peran serta masyarakat sangat dibutuhkan.

Berawal dari kesepakatan beberapa pedagang di lingkungan Pasar Induk Caringin Bandung Jawa Barat Indonesia , pada tahun 1998 tepatnya di Gang Porib III, RT 003/002 Kelurahan Babakan Ciparay, Kecamatan Babakan Ciparay Kota  Bandung, bermodal rumah kontrakan untuk menampung 4 anak yatim untuk disekolahkan, yang  sebelumnya tidur dan mencari makan di sekitar pasar tersebut.

Seiring dengan semakin bertambahnya anak yang di tampung, maka di buatlah lembaga formal pada tanggal 18 April 1998 yang diberi nama Nurul Ummah yang berarti Cahaya Umat, disepakati menjadi sebuah  Panti Asuhan di bawah naungan organisasi masyarakat Yayasan Al-fajr. Dibina langsung Dinas Sosial Kota Bandung dan bergabung dalam Forum  Komunikasi Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak  (LKSA)  Kota  Bandung.

Tahun  2009 ,  PSAA Nurul Ummah berganti nama menjadi Panti Yatim  Indonesia  (PYI)  dan  mengadakan perubahan manajemen, sistem pelayanan kepada anak asuh dan kepada donatur serta pembukaan beberapa cabang asrama di wilayah kota Bandung, dengan mengusung slogan Menyayangi Sepenuh Hati, kepercayaan donatur kepada kami semakin meningkat. hasilnya terjadi percepatan pembangunan organisasi menuju ke pada arah yang lebih profesionalisme untuk menjadi organisasi yang jujur, amanah dan terbuka.

Dengan mengusung visi menjadi pengelola panti asuhan terbaik dan profesional, saat  ini Panti Yatim Indonesia menangani lebih dari 4000 anak yatim didalam dan di luar asrama yang tersebar di pulau Jawa, melalui beberapa program pemberdayaan unggulan yang di selenggarakan secara berkala, Panti Yatim Indonesia bertekad menjadi lembaga yang amanah menangani anak yatim, dhuafa dan anak terlantar secara profesional.