(022)-5401-334 mail@pantiyatim.or.id

Ashabul Qaryah Part 3, “Meski Lelah, Tanpa Menyerah”

by | Jan 31, 2021 | Artikel, Cerpen | 0 comments

AshabulQaryah– Rasa letih menghinggapi Shalom yang melarikan diri dari negri kelahirannya. Ia juga merasa sangat haus dan lapar. Kemudian, ia minum dan makan lalu merebahkan tubuhnya diatas tanah, ia tidur untuk mengistirahatkan diri dari perjalanan yang sulit dan hari-hari yang ia lalui di dalam penjara. Shalom masih belum percaya kalau  dirinya berhasil selamat dari kematian dengan sangat menakjubkan.

Hari demi hari tersebut berlalu, sementara wajah Shalom menerawang tidak tahu hendak pergi kemana. Sementara para tentara terus mencarinya di semua tempat.

Air dan makanan yang dibawanya habis, Shalom kehausan, Rasa lapar begiru mengigit dirinya. Ia menengadahkan tangannya kepada Allah serya berdo’a, “Segala puji bagi Alla atas apa yang telah dia berikan kepadaku”.

Rasa lapar dan haus terus menghinggapinya, sehingga ia merasa sangat payah. Namun, ia tidak tau cara untuk mendapatkan makanan dan minuman, karena kaki tangan raja dan tentara tersu mencarinya di setiap tempat, sampai di luar perbatasan negri. Akan tetapi, meski Shalom melalui hari-hari yang penuh kesengsaraan, ia tetap yakin bahwa Allah tidak akan menelantarkannya.

Di kejauhan Shalom melihat sebuah gua kecil. Ia pun berjalan dengan langkah berat menuju gua tersebut hingga akhirnya sampai di dalamnya. Ia terlelap tidur.

Shalom terbangun oleh suara gaduh yang ada di dalam gua tempat persembunyiannya itu. Dia tidak tahu apakah suara-suara itu adalah suara para tentara yang mencarinya ataukah suara-suara lain. Shalom mengendap-endap untuk memastikan suara siapakah itu.

Source : Kisah Teladan Dalam Alquran

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Open chat
Assalamualaikum
ada yang bisa dibantu?