fbpx

“Orang – orang yang menafkahkan hartanya pada malam dan siang hari secara sembunyi sembunyi dan terang – terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Rabb-nya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak(pula) mereka bersedih hati”(Al Baqarah : 274)
Hingga saat ini, masih saja ada sebagian manusia yang mempertanyakan perbedaan infaq dan shodaqoh. Para ulama menjelaskan Infaq dan Shodaqoh memiliki definisi yang sama secara terminologi. Titik temu dari pengertian keduanya adalah “mengeluarkan harta untuk satu kepentingan yang diperintahkan ajaran islam, di luar zakat. Contoh aplikatif yang sering kita praktekan terkait dengan hal ini adalaha berinfaq atau bershodaqoh untuk kedua orang tua dan kerabat, berinfaq atau bershodaqoh untuk kepentingan anak yatim, berinfaq atau bershodaqoh untuk pembangunan sarana prasarana ibadah, kesehatan, perpustakaan dan sebagainya.

 

Hanya saja, infaq biasa digunakan untuk hal – hal yang bersifat material dan bisa dinilai dengan indra, semisal infaq dengan sejumlah uang atau barang. Sedangkan shodaqoh pada umumnya bersifat lebih umum dari infaq. Shodaqoh bisa bersifat material dan immaterial. Dalam hadits riwayat Syeikhan(Bukhari Muslim) misalnya, dijelaskan bahwa mendamaikan dua orang yang bertengkar adalah shodaqoh, membuang duri dari jalan adalah shodaqoh. Dan dalam hadits lain, melafalkan tasbih, tahmid dan tahlil adalah shodaqoh. Bahkan tersenyum pun adalah shodaqoh. Maka bisa disimpulkan bahwa shodaqoh bisa bersifat non materi

 

Kesimpulannya, perbedaan antara infaq dan shodaqoh bukanlah perbedaan substansial yang pada akhirnya mengaburkan pemahaman setiap muslim untuk mengalokasikan sebagian hartanya di jalan Alloh. Setiap muslim haruslah sadar bahwa tanggung jawab finansial tidak pernah lepas darinya. Seandainya harta telah memebuhi nisab, maka zakatlah yang harus dia tunaikan. Seandainya ia berstatus orang biasa saja, dimana hartanya tak pernah mencapai nisab zakat, pahala amal infaq atau shodaqoh telah menantinya.

 

“Hindarkan diri kalian dari api neraka walaupun dengan separuh kurma”

(HR Bukhari)

Disini seakan rosululloh mengajak semua manusia untuk ber-Infaq tanpa membedakan – bedakan golongan, struktur sosial dan lain lain. Maka jangan malu ataupun berkecil hati untuk menyedekahan barang sepele yang kita miliki. Asalkan ada niat berbagai dengan sesama, maka harta tersebut akan menjadi harta yang begitu berharga disisi Alloh.

Open chat
Assalamualaikum
ada yang bisa dibantu?