(022)-5401-334 mail@pantiyatim.or.id
Home » Artikel » Manfaat Serta Keajaiban Menyantuni Anak Yatim

Manfaat Serta Keajaiban Menyantuni Anak Yatim

by | May 29, 2020 | Artikel | 0 comments

Manfaat menyantuni anak yatim – Anda ingin menyantuni anak yatim? Bersedekah atau memberikan sebagian harta kita kepada orang lain sudah di anjurkan dalam Islam serta mendapat pahala melimpah. Salah satu bentuk sedekah yang dianjurkan adalah dengan memberi santunan kepada para yatim piatu.

Kenapa kepada anak yatim? Jawabannya adalah karena mereka sudah tidak memiliki kedua orangtua dan tak mampu secara material, mereka sangat membutuhkan bantuan dari orang lain. Oleh karena itu, orang-orang yang mampu hendaknya mengasihi serta mengayomi mereka.

Keberadaan orang tua sangat krusial bagi tumbuh kembang anak. Terlebih lagi dari sisi emosionalnya. Anak yang mendapatkan kasih sayang sempurna dari orang tua yang utuh berpotensi tumbuh dengan kecerdasan emosional yang baik.

Sayangnya, tidak semua anak diberi nikmat merasakan kasih sayang dari orang tua. Mereka disebut yatim saat ayah mereka meninggal dunia. Saat ibu mereka juga pergi meninggalkan mereka selamanya, sebutan yatim piatu menjadi panggilan mereka.
Islam sangat mengerti kondisi yatim piatu. Dalam banyak tempat di Al Qur’an dan Sunnah, Allah dan Rasulnya sangat menganjurkan untuk menyayangi para anak yatim. Setidaknya terdapat 23 kali anak yatim disebutkan dalam Al Qur’an. Menunjukkan betapa pentingnya memedulikan kelangsungan hidup mereka.

Surga dijanjikan untuk mereka yang bersedia menjadi orang tua asuh bagi para yatim yang malang. Setidaknya sampai sang yatim mampu hidup mandiri, tumbuh dewasa menjadi manusia seutuhnya yang berbudi dan mapan; tak jauh berbeda dengan anak – anak dengan orang tua utuh lainnya.

Ada beberapa manfaat dalam meyantuni anak yatim, seperti yang akan di rangkum dari situs https://dalamislam.com/ berikut ini :

1. Menyantuni anak yatim untuk harta yang berkah

manfaat menyantuni anak yatim

Sedekah atau donasi yang diberikan kepada anak yatim di panti asuhan tidak akan membuat harta berkurang. Sebaliknya, sedekah itu akan membuka pintu rezeki lain yang bisa membuat harta semakin bertambah. Apalagi, Allah dalam Alquran Surat Saba ayat 39 menjelaskan bahwa Dia adalah sebaik-baiknya pemberi rezeki.

2. Hartanya akan diganti oleh Allah SWT

Allah gantikan harta saat menyantuni anak yatim

Orang yang menafkahkan hartanya dalam ketaatan, akan diganti oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Hal ini berarti juga termasuk orang-orang yang menafkahkan hartanya untuk para yatim piatu.

Katakanlah: “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya).” Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya” (QS. Saba’: 39).

3. Menyantuni Anak Yatim Membuat Kita Termasuk Orang yang Bertaqwa

orang bertaqwa

Orang yang menafkahkan hartanya dalam waktu lapang maupun sempit, maka hal ini bisa juga menafkahkan hartanya untuk para yatim, termasuk orang-orang yang bertakwa.

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnyya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa, yaitu orang-orang yang menafkahkan sebagian hartanya, baik diwaktu lapang maupun sempit dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan” (Q.S. Ali-Imron : 133-134 )

4. Ditempatkan di dekat Rasulullah SAW

Muhammad shallahu ‘alaihi wassalam adalah teladan bagi semua umat muslim. Kehadiran beliau di dunia ini menjadi penyelamat manusia dari gelapnya kesyirikan dan kejahiliyahan. Sifatnya yang begitu karim, perkataannya yang begitu hasan, dan perilakunya yang begitu suci membuat setiap muslim rindu berdekatan dengan beliau, kenal dekat dengan kekasih Allah ta’ala tersebut.

Tentunya tidak semua muslim mendapatkan kedekatan ekslusif dengan Rasul shallallahu ‘alaihissalam di surga kelak. Umatnya yang sangat peduli kepada yatimlah yang mendapatkan golden tiket tersebut. Hal ini jelas sekali beliau ucapkan melalui lisannya yang mulia,
“Aku dan orang yang mengasuh atau memelihara anak yatim akan berada di surga begini,” lalu beliau mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan jari tengah serta merenggangkannya sedikit.” (HR Bukhari, Tirmidzi, Abu Daud dan Ahmad dari Sahl bin Sa’d).

Betapa dekatnya telunjuk dan jari tengah. Sebuah kabar gembira yang harusnya disambut dengan antusiasme tinggi oleh umatnya yang beriman kepada risalah beliau. Di manakah kedudukan Nabi di surga kelak? Tentunya beliau mendapatkan tempat tertinggi yang telah dijanjikan oleh Allah. Jika beliau berada di tempat tertinggi, tentunya orang – orang yang terdekatnya pun berada di tempat yang sama tingginya dengan beliau.

Baca Juga :

Wajib Tahu! Inilah Macam – Macam Sedekah Yang Bisa di Tunaikan

Cara Memberi Santunan Kepada Anak Yatim dan Dhuafa

5. Tidak termasuk golongan yang ingkar atas hari pembalasan

Orang-orang yang bersedekah kepada yatim piatu tidak termasuk orang yang mendustakan atau mengingkari adanya hari pembalasan. Dalam surat Al-Mauun, disebutkan bahwa salah satu orang yang mendutakan hari pembalasan adalah mereka yang menghardik para yatim.

Tahukah kamu (orang) yang mendustakan hari pembalasan? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya. Orang-orang yang berbuat riya’  dan enggan (menolong dengan) barang berguna.” (QS. Al Maa’uun: 1-7).

6. Para Penyantun Anak Yatim Akan Dinaungi Allah SWT

Orang yang bersedekah dengan sembunyi-sembunyi, berarti hal ini juga bisa termasuk bersedekah untuk anak-anak yatim, akan menjad