fbpx
Home » Berita » Berdaya Bersama Laznas PYI: Serbuan Gizi dan Edukasi Cegah Stunting di Desa Kopo, Kutawaringin

Berdaya Bersama Laznas PYI: Serbuan Gizi dan Edukasi Cegah Stunting di Desa Kopo, Kutawaringin

by | Jan 31, 2024 | Berita, Kegiatan dan Program, Stunting | 0 comments

PANTIYATIM.OR.ID, BANDUNG– Laznas PYI (Panti Yatim Indonesia) terus melanjutkan program Cegah Stunting di 1000 Desa, dengan kegiatan di Kampung Kopo Rw 05, Desa Kopo, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, pada Hari Senin (29/01). Kolaborasi antara PYI, KUA Kutawaringin, dan Puskesmas setempat melibatkan H.Dadang Ruhiyat, Agus, Yaya Sunarya, Kader Posyandu, dan 50 penerima manfaat.

Dalam acara tersebut, Laznas PYI menyebarkan 50 paket Gizi dan nutrisi, termasuk Susu Formula, susu kental, kue kering, susu kotak, telur, gula, teh celup, sarden, rendang, dan telur ayam. Tedi, SPV Pemberdayaan PYI, mengungkapkan keterbukaan untuk menerima donasi dari sahabat dermawan.

Ia juga mengatakan bahwa kegiatan cegah stunting di Kecamatan Kutawaringin tersebut merupakan yang ke Tiga kalinya, namun berbeda Desa.

“Kegiatan ini juga selaras dengan program pemerintah kita mengenai cegah stunting. Untuk itu Laznas PYI mendukung program tersebut dengan memberikan sedikit bantuan dan sosialisasi mengenai stunting kepada masyarakat,” ungkapnya.

Simbolis Penyerahan Bantuan Program Cegah Stunting kepada Ibu Hamil

Simbolis Penyerahan Bantuan Program Cegah Stunting kepada Ibu Hamil

Tedi juga berharap bantuan ini membantu penerima manfaat dalam mencegah stunting. “Semoga bantuan yang tidak banyak ini bermanfaat bagi penerima manfaat untuk mendukung pertumbuhan anak-anaknya lebih sehat dan terhindar dari stunting” ujarnya.  .

Dalam sambutannya, Dadang Ruhiyat, Ketua Tim KUA Kutawaringin, menekankan pentingnya mencegah stunting. Ia menyoroti hubungan antara pernikahan usia dini dan stunting, mendukung aturan minimal usia 19 tahun untuk menikah merupakan salah satu faktor terjadinya stunting.

“Sedangkan himbawan untuk mencegah hal tersebut dari KUA untuk menghindari nikah di bawah umur, setidaknya menikah itu minimal memasuki usia 19 Tahun baik laki-laki ataupun perempuannya” lanjutnya.

Ketua Kader Posyandu RW 05, Wawat Putriana, merasa terbantu dengan kegiatan ini. Ia berterima kasih kepada PYI dan donatur atas bantuan gizi dan edukasi mengenai stunting. Ia menyampaikan rasa haru dan senang atas dukungan yang diberikan dalam mencegah stunting dan menjaga kesehatan anak-anak.

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Translate »
Open chat
Assalamualaikum
ada yang bisa dibantu?