fbpx

Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandug, Asep Mulyadi membagikan beberapa tips menghadapi corona pada, Selasa (5/5/20). ia membagikan tipsnya dalam acara yang bertajuk Senja di Ufuk Ramadan. Acara yang di selenggarakan oleh LAZ Panti Yatim Indonesia itu disiarkan secara langsung melalui aplikasi Zoom, Facebook dan Youtube.

Acara disiarkan selama bulan ramadan pada sore hari menjelang waktu berbuka puasa. Sebelumnya acara di isi oleh pembicara dari beberapa ustad sekaligus guru, yang mengajar di SMP Al-Ihsan islamic Boarding School. Sekolah tersebut beralamatkan di Jalan Cimencrang, Kecamatan Gede Bage, Kota Bandung.

Walaupun hanya bisa bertatap muka melalui layar, peserta yang mengikuti acara tetap antusias mendengarkan tips yang disampaikan. Asep Mulyadi, mengajak partisipan untuk meningkatkan keyakinan dan berserah diri kepada Sang Pencipta atas semua yang menimpa negeri ini. Terlebih di bulan ramadan,

“Dengan adanya pandemi virus covid-19 ini, mengingatkan semua orang betapa lemahnya manusia. Dan membuat semakin yakin, bahwa hanya Sang Pencipta saja yang bisa mengatur alam semesta ini. Termasuk kehidupan dan kematian seluruh makhluk yang ada di dalamnya. Dan mudah bagi-Nya untuk mematikan dan menerapkan suatu penyakit kepada umat manusia.” Ujarnya.

Pada tips yang kedua, ia mengajak para partisipan untuk meningkatkan rasa bahagia dan rasa syukur pada diri,

“Dengan terjadinya pandemi covid-19 ini, maka kita tidak boleh lepas dari rasa bahagia dan rasa syukur kita kepada Allah SWT. Bahkan itu harus tetap dan semakin ditingkatkan. karena dengan bersyukur akan menumbuhkan bahagia dan ketika kita merasa bahagia itu akan menguatkan imunitas atau daya tahan tubuh kita” Ujarnya. lanjut ia menuturkan,

“Yakinilah oleh kita bahwa yang namanya rezeki itu tidak harus selalu berbentuk uang. Rezeki bisa berupa kesehatan, waktu luang atau kesempatan kita berkumpul dengan keluarga kita di rumah”

Pada tips yang ketiga, ia mengajak para partisipan terutama para pengusaha dan masyarakat yang terdampak covid-19. Untuk berpikir lebih cerdas dalam mencari peluang. Karena situasi dan kondisi saat ini berbeda dan memang sedang tidak normal. Tapi dengan begitu tidak boleh hilang semangat untuk terus berupaya.

Ia ditengah pembicarannya mengapresiasi masyarakat Kota Bandung, yang tetap membantu sesama dalam kondisi krisis,

“Saya mengapresiasi beberapa masyarakat di sekitar kota bandung yang saling membantu dengan mengumpulkan beras kemudian diberikan kepada mereka yang tidak mampu. Dengan melakukan kegiatan-kegiatan sosial seperti ini, akan mengantisipasi kejadian2 yang tidak kita inginkan”

Dari catatan yang ia dapatkan, masyarakat yang membutuhkan bantuan sosial saat ini tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Menurutnya, yang bisa membantu  menyelesaikan hal ini adalah kerjasama yang baik antara pemerintah dengan organisasi sosial dan masyarakat.

Pada akhir kata, ia mengajak partisipan dan donatur untuk tetap memberikan kontribusi yang baik guna membantu masyarakat yang memang membutuhkan,

“Pada kondisi seperti ini, justru mengasah jiwa sosial kita. Apalagi di bulan ramadan yang harus menahan lapar dari terbitnya fajar hingga terbenam. Mendidik kepada kita untuk lebih peduli kepada masyarakat yang lain. Yang bisa jadi menahan lapar tidak hanya di bulan ramadan tapi di hari-hari biasa pun tetap menahan lapar.”

Open chat
Assalamualaikum
ada yang bisa dibantu?