fbpx
Home » Dalil » 8 Keutamaan Bulan Rajab, Bulan Mulia Hingga Mustajabnya Sebuah Doa

8 Keutamaan Bulan Rajab, Bulan Mulia Hingga Mustajabnya Sebuah Doa

by | Jan 16, 2024 | Artikel, Dalil, Motivasi | 0 comments

Bulan Rajab memiliki banyak keutamaan yang perlu diketahui oleh umat muslim untuk memotivasi diri meningkatkan amalan-amalan saleh. Berikut sejumlah keutamaan bulan Rajab:

  1. Termasuk dalam Bulan Mulia

Keutamaan bulan Rajab yang pertama yaitu termasuk dalam bulan-bulan mulia atau disebutkan dengan Asyhurul Hurum. Dijelaskan dalam Al-Qur’an surat At-Taubah ayat 36 sebagai berikut:

اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۗ…… ٣٦

“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) ketetapan Allah (di Lauh Mahfuz) pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram…. (QS. At-Taubah:36).

Bulan haram adalah empat bulan mulia di luar Ramadhan, yakni Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Disebut “bulan haram” (الأشهر الحرم) karena pada bulan-bulan tersebut umat Islam dilarang mengadakan peperangan.

Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumid-Din menyatakan bahwa Rajab masuk dalam kategori al-asyhur al-fadhilah di samping Dzulhijjah, Muharram dan Sya’ban. Rajab juga terkategori al-asyhur al-hurum di samping Dzulqa’dah, Dzul Hijjah, dan Muharram.

  1. Pembuka Bulan-bulan Kebaikan

Telah disebutkan bahwa terdapat tiga bulan lainnya yang termasuk dalam bulan Haram. Selain itu, terdapat bulan mulia lainnya seperti Ramadhan, Syawal, dan Sya’ban.

Dalam hal ini, keutamaan bulan Rajab yaitu sebagai pintu pembuka bulan-bulan mulia. Hal ini dijelaskan oleh Ustaz Adi Hidayat sebuah tausiah yang diunggah pada akun YouTube Adi Hidayat Official.

Ustaz Adi Hidayat mengatakan sebelum memasuki bulan lainnya berurutan mulai dari bulan Sya’ban, Ramadhan, Syawal, Dzulqa’dah, dan Dzulhijjah semuanya didahului oleh Rajab. Sehingga terdapat total 5 bulan yang berurutan dari bulan ke-8 sampai ke-12, namun dibuka oleh Rajab sebagai bulan ke-7 dalam kalender Hijriah.

Berikut rincian urutan 6 bulan-bulan istimewa dalam Islam:

  • Rajab bulan ke-7
  • Sya’ban bulan ke-8
  • Ramadhan bulan ke-9
  • Syawal bulan ke-10
  • Dzulqa’dah bulan ke-11
  • Dzulhijjah bulan ke-12

Ustaz Adi Hidayat melanjutkan, saking istimewanya bulan Rajab ini Nabi Muhammad SAW pernah menyebutnya di dalam beberapa kesempatan. Apabila umur seseorang tidak sampai pada bulan Ramadhan, setidaknya sampai di bulan Rajab.

“Karena itulah nabi pernah mengatakan dalam beberapa kesempatan, diteruskan sampai kepada kita, hati-hati amalan-amalan ini. Bahkan ada ulama yang mengatakan kalaupun kita tidak dapat Ramadhan, minimal Rajabnya dapat karena itu pintunya,” ujar Ustaz Adi Hidayat yang dikutip detikSulsel pada Rabu (10/1).

BACA JUGA:

Siapa Saja yang Harus Bayar Fidyah dan Sekaligus Mengganti Puasa?

Membayar Fidyah sebelum Puasa Ramadhan dan Menunaikan Zakat Fitrah

  1. Anugerah Terampuni Dosa-dosa

Ustaz Adi Hidayat melanjutkan, keutamaan yang bisa didapatkan di bulan Rajab ini adalah anugerah Allah SWT untuk mengampuni dosa-dosa yang pernah dilakukan baik sengaja maupun tidak sengaja. Oleh karena itu, umat muslim dianjurkan untuk memperbanyak istighfar dan mengoreksi diri.

Adapun bacaan istighfar bulan Rajab yang dapat diamalkan yakni:

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ وَأَعُوْذُبِكَ مِن شَرِّمَا صَنَعْتُ وَأَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ

Allaahumma anta rabbi, laa ilaaha illaa anta khalaqtanii wa ana ‘abduka wa ana ‘alaa ‘ahdika wawa’dika mastatha’tu, wa a’uudzubika min syarri maa shana’tu wa abu-u laka binikmatika ‘alayya wa abuu-u bidzambii faghfirlii fa-innahuu laa yanghfirudz dzunuba illaa anta.

Artinya: Ya Allah, Engkau-lah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang patut disembah selain Engkau yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu dan aku dalam genggaman Mu. Aku dalam perjanjian-Mu (beriman dan taat) kepada-Mu sekadar kemampuan yang ada padaku. Aku berlindung kepada-Mu daripada kejahatan yang aku lakukan. Aku mengakui atas nikmat yang Engkau berikan kepadaku dan mengakui dosaku. Karena itu, aku memohon ampunan-Mu, dan sesungguhnya tiada yang dapat mengampuni dosa seseorang, kecuali Engkau, ya Allah.

  1. Pahala Dilipatgandakan

Pada bulan Rajab, pahala amalan-amalan saleh yang dikerjakan akan dilipatkan oleh Allah SWT. Sebagaimana disampaikan oleh Imam al-Baghawi dalam kitab tafsirnya berikut:

العَمَلُ الصَّالِحُ أَعْظَمُ أَجْرًا فِي الْأَشْهُرِ الْحُرُمِ، وَالظُّلْمُ فِيْهِنَّ أَعْظَمُ مِنَ الظُّلْمِ فِيْمَا سِوَاهُنَّ

Artinya: Amal salih lebih agung (besar) pahalanya di dalam bulan-bulan haram (Zulqa’dah, Zulhijjah, Muharram, dan Rajab). Sedangkan zalim pada bulan tersebut (juga) lebih besar dari zalim di dalam bulan-bulan selainnya. (Imam al-Baghawi, Ma’alimut Tanzil fi Tafsiril Qur’an, [Beirut, Darul Ihya’ at-Turats, cetakan keempat: 1417 H/1997 M], juz IV, halaman: 44).

Tidak hanya amalan saleh, dosa yang didapatkan dari perbuatan maksiat dan zalim juga akan dilipatgandakan. Maka dari itu, di bulan ini umat muslim sebaiknya meningkatkan kualitas ibadah dan meninggalkan kemaksiatan.

BACA JUGA:

Panduan Praktis: Bayar Fidyah Pakai Uang dan Beras

Membayar Fidyah sebelum Puasa Ramadhan dan Menunaikan Zakat Fitrah

  1. Tempat Berlatih untuk Ramadhan

Keutamaan bulan ini salah satunya yaitu sebagai bulan berlatih sebelum memasuki bulan Ramadhan. Sebab bulan Ramadhan merupakan puncak dari bulan-bulan mulia tersebut.
Ustaz Adi Hidayat dalam tausiahnya menjelaskan pada bulan Rajab umat muslim dianjurkan untuk melaksanakan amal-amal saleh dengan meningkatkan salat, sedekah, meninggalkan maksiat, puasa dan lain sebagainya. Mengerjakan amalan-amalan saleh tersebut dapat menjadi latihan umat muslim sebelum memasuki bulan Ramadhan.

“Dan ini hikmahnya adalah latihan awal sebelum kita memasuki puncak peribadatannya yaitu di bulan Ramadhan nanti. Rajab adalah pembukanya, Sya’ban adalah penguatnya, dan Ramadhan adalah hakikat perjuangan kita yang telah disiapkan sejak munculnya bulan Ini dan berlatih kita di dalamnya,” terang Ustaz Adi Hidayat.

  1. Mustajab untuk Berdoa dan Penuh Berkah

Pada malam satu Rajab, terdapat keutamaan yaitu mustajab bagi doa. Seperti yang dijelaskan oleh Imam Syafi’i dalam kitab al-Umm berikut:

بَلَغَنَا أَنَّهُ كَانَ يُقَالُ: إِنَّ الدُّعَاءَ يُسْتَجَابُ فِي خَمْسِ لَيَالٍ: فِي لَيْلَةِ الْجُمُعَةِ، وَلَيْلَةِ الْأَضْحَى، وَلَيْلَةِ الْفِطْرِ، وَأَوَّلِ لَيْلَةٍ مِنْ رَجَبٍ، وَلَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ

“Telah sampai berita pada kami bahwa dulu pernah dikatakan: Sesunguhnya doa dikabulkan pada lima malam: malam Jumat, malam hari raya Idul Adlha, malam hari raya Idul Fithri, malam pertama bulan Rajab dan malam nishfu Sya’ban.”

Pada bulan ini, Rasulullah SAW mempersiapkan jasmani dan rohani menuju Ramadhan. Sehingga berdoa untuk mendapatkan keberkahan agar sampai pada bulan Sya’ban dan ramadhan itu sendiri. Adapun lafal doa tersebut yakni:

Allahumma baarik lanaa fii rajaba wa sya’baana wa ballighnaa ramadhoon “Ya Allah berilah kami keberkahan di bulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikan kami pada bulan Ramadan.”

  1. Waktu Terjadinya Isra’ Mi’raj

Bulan Rajab memiliki keutamaan yang sangat istimewa yaitu sebagai bulan terjadinya Isra’ Mi’raj. Peristiwa penting dalam sejarah Islam ini merupakan tonggak kewajiban salat 5 waktu bagi muslim.

Isra’ Mi’raj merupakan sebuah perjalanan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW bersama malaikat Jibril melalui Masjidil haram Makkah, masjidil Aqsa, dan Palestina. Kemudian dilanjutkan menghadap Allah SWT dari Masjidil Aqsa ke Sidratul Muntaha.

Peristiwa penting ini terjadi pada hari Jumat pertama di bulan Rajab. Keutamaan bulan Rajab yang satu ini menjadi pengingat umat muslim untuk meningkatkan ibadah salat.

  1. Larangan Berperang

Keistimewaan bulan ini selanjutnya yaitu adanya larangan untuk berperang. Dijelaskan oleh Ustaz Adi Hidayat bahwa untuk menjaga kemuliaan bulan ini, umat di masa lalu tetap menghormati bulan ini dengan mengadakan perdamaian di antara suku-suku yang bertikai.

Bulan Rajab bahkan dijuluki Al-Ashamm atau “yang tuli” sebab pada bulan ini tidak terdengar gemerincing senjata pasukan perang. Maka dari itu, bulan Rajab dikenal pula dengan sebutan bulan yang damai.

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Translate »
Open chat
Assalamualaikum
ada yang bisa dibantu?