(022)-5401-334 mail@pantiyatim.or.id
Home » Artikel » Ashabul Qaryah Part 2 “Laki-laki Yang Selamat Dari Hukuman Mati”

Ashabul Qaryah Part 2 “Laki-laki Yang Selamat Dari Hukuman Mati”

by | Jan 22, 2021 | Artikel, Cerpen | 0 comments

Ashabul Qaryah Laki-laki mukmin yang melarikan diri ini bernama Shalom, dia merupakan Seorang laki-laki shaleh yang menyembah Allah bersama kedua sahabatnya yang telah dibunuh oleh raja. Serta Shalom adalah seorang tukang kayu yang bekerja pada siang hari, dan malam harinya beribadah dan berdzikir kepada Allah Ta’ala sepanjang malam.

Dan Penduduk negri mengenalnya sebagai sosok yang dermawan, ia sering memberikan hartanya kepada kaum fakir, mencari orang-orang miskin untuk memberinya makanan dan sesuatu dari hartanya yang dapat membantu untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Tapi.. Sayangnya, ketika raja Antikhis mengetahui dirinya beriman, ia langsung memenjarakannya, bahkan bermaksud membunuhnya. Dan Tidak ada seorangpun dari penduduk negri untuk membelanya. Tetapi, Allah tidak pernah menelantarkan orang yang beriman kepadanya, karena Allah akan selalu membela mereka.

Setelah berhasil meloloskan diri dari raja dan para pengawalnya, Shalom segera pergi ke rumah saudaranya yang mukmin tapi menyembunyikan keimanannya, yaitu Miltas. Di luar sana, orang-orang masih sibuk mencarinya di sekitar istana.

Miltas tidak datang ke pelataran istana raja, karena tidak ingin menyaksikan saudaranya dieksekusi. Sebab, hal itu akan membuatnya sangat sedih. Saat Miltas sedang bersedih memikirkan saudaranya, tiba-tiba mendengar pintu di ketuk dengan kera. Suara Shalom kemudian terdengar memanggil, “Buka !, Bukakan Miltas, aku Shalom. Ayo buka, sebelum mereka menangkapku”.

Awalnya Miltas tidak percaya, namun, ia segera membukakan pintu untuk saudaranya, Shalom pun menceritakan apa yang terjadi kepada Miltas. Lalu,ia meminta uang dan makanan kepadanya, Shalom juga meminta agar Miltas memberinya seekor kuda untuk ia gunakan pergi keluar negri itu, supaya para pengawal kerajaan tidak bisa menangkapnya.

Miltas segera menyiapkan seekor kuda yang kuat untuk saudaranya, Shalom. Ia juga memberikan makanan dan sejumlah uang. Miltas melepas kepergiannya sembari berdo’a kepada Allah agar diberi keselamatan dan dijaga dari sega marabahaya.

Shalom memacu kudanya melesat bagaikan angina hingga keluar dari negri tersebut. Para pembantu dan pengawal raja datang mencarinya dirumah Miltas, saudaranya. Saat mereka menggeledah rumah itu, mereka tidak menemukannya. Mereka juga tidak menemukan satupun jejak Shalom. Mereka yakin bahwa ia tidak ada dirumah itu. Mereka pesimis dapat menemukannya sehingga mereka menjauh dari rumah itu dan kembali ke istana.

Murkanya Raja Antikhis

Di istana, sang raja sangat murka, wajahnya memerah seperti api yang menyala. Dia berteriak kepada orang-orang yang ada disekitarnya, “Bagaimana ia bisa lolos padahal hanya seorang diri? Bagaimana ia bisa melarikan diri, sementara seluruh pengawal berjaga-jaga lengkap dengan senjata masing-masing?”.

Pimpinan pasukan berkata, “Paduka kami semua tidak tahu bagaimana kami berjaga. Dan kami juga tidak melihatnya. Kami rasa disana ada satu kekuatan yang lebih besar daripada kekuatan kita semua sehingga membuat kita tidak mampu menangkapnya dan ia bisa meloloskan diri dari hadapan kita”.

Sungguh, itu adalah kekuatan Allah yang tidak diketahui si Lalim dan para pengawalnya.

Bagaimana perjuangan dan rintangan Shalom selama melarikan diri dan bersembunyi?

kita lanjut di part berikutnya,.. 🙂 Insya Allah

Source : Kisah Teladan dalam Alquran 

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.