(022)-5401-334 mail@pantiyatim.or.id
Home » Artikel » Kisah Abu Hurairah dan Kurma yang Tak Pernah Habis

Kisah Abu Hurairah dan Kurma yang Tak Pernah Habis

by | Oct 7, 2021 | Artikel, Cerpen, Motivasi | 0 comments

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu adalah sahabat Nabi yang terkenal dan periwayat hadis Nabi paling banyak (sekitar 5.374 hadis). Ibnu Hisyam berkata bahwa nama asli Abu Hurairah adalah Abdullah bin Amin, ada pula yang mengatakan nama aslinya Abdurrahman bin Shakhr .

Abu Hurairah berasal dari kabilah Bani Daus dari Yaman. Beliau diperkirakan lahir 21 tahun sebelum Hijriah, dan sejak kecil sudah menjadi yatim. Nama aslinya pada masa jahiliyah adalah Abdus-Syams (hamba matahari) dan dipanggil sebagai Abu Hurairah (ayah/pemilik kucing) karena senang memelihara kucing.

Ada satu kisah yang tidak pernah beliau lupakan. Abu Hurairah mengatakan peristiwa itu merupakan musibah besar baginya karena berkaitan dengan Rasulullah صلى الله عليه وسلم. Dalam Sirah Sahabat Nabi yang disampaikan Al-Habib Alwi bin Abdurrahman Al-Habsy diceritakan bahwa Abu Hurairah berkata musibah terbesar dalam hidupku ada 3 yaitu:
1. Wafatnya Rasullullah صلى الله عليه وسلم.
2. Wafatnya Sayyidina Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu.
3. Rumah saya dibakar, harta saya dirampok dan hilangnya kaleng kecil saya.

Sahabat lain tertawa mendengar musibah terbesar adalah hilangnya kaleng kecil. “Memangnya kenapa Ya Abu Hurairah, kenapa engkau bilang kaleng kecil hilang adalah musibah terbesarmu?” tanya sahabat .

Abu Hurairah bercerita: “Saya pernah bepergian bersama Rasulullah صلى الله عليه وسلم. Saya masukkan sebelumnya ke dalam kaleng 20 butir kurma. Dalam perjalanan, Rasulullah bertanya: “Apa itu ya Abu Hurairah?”

“Kurma Ya Rasulullah,” jawab Abu Hurairah . Kemudian Rasulullah memerintahkan agar kurma itu dikeluarkan. Maka Abu Hurairah mengeluarkan kurma tersebut.

Kemudian Rasulullah صلى الله عليه وسلم meniup kurma itu satu persatu sambil membacakan doa. Lalu beliau berkata: “Jika kamu lapar, masukkan tanganmu ke dalam kaleng, jangan ditumpahkan.”

“Semenjak itu saya mengambil kurma dari dalam kaleng tersebut. Isinya tak pernah habis bahkan setelah Rasulullah صلى الله عليه وسلمwafat. Saat para khalifah wafat pun kurma yang di dalam kaleng masih tetap ada dan tak pernah habis, barulah saat sayyidin Utsman wafat, kaleng tersebut hilang,” tutur Abu Hurairah.

Abu Hurairah mengatakan bahwa kurma itu berjumlah 20 biji. Setelah memakannya, bijinya pun dikumpulkannya dan jumlahnya mencapai 100 karung. Masya Allah, inilah yang menyebabkan Abu Hurairah sedih dan tak melupakannya.

Abu Hurairah merasa sedih karena kurmanya bukan kurma biasa. Kurma yang didoakan Nabi itu merupakan berkah yang luar biasa bagi Abu Hurairah . )

اللهم صلى على سيدنا محمد وعلى اله و صحبه

Wallahu A’lam

 

Sumber: https://kalam.sindonews.com/read/221088/70/kisah-abu-hurairah-dan-kurma-yang-tak-pernah-habis-1604567514

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Open chat
Assalamualaikum
ada yang bisa dibantu?