(022)-5401-334 mail@pantiyatim.or.id
Home » Artikel » Syarat, Rukun, dan Tata Cara Zakat Fitrah Yang Perlu Diketahui

Syarat, Rukun, dan Tata Cara Zakat Fitrah Yang Perlu Diketahui

by | Nov 24, 2020 | Artikel, Dalil | 0 comments

Zakat merupakan rukun islam yang keempat. Zakat  selalu berkaitan dengan harta. Makna istilah zakat sendiri menurut bahasa artinya menyucikan. Zakat dibagi menjadi dua jenis yaitu, zakat fitrah dan zakat mal. Pada kesempatan kali ini kita akan mengulas lengkap tentang zakat fitrah, yang merupakan kewajiban seorang muslim di setiap bulan Ramadhan. Sesuai dengan hadist Rasulullah SAW, yaitu :

“Rasulullah telah mewajibkan mengeluarkan Zakat Fitrah (pada bulan Ramadhan kepada setiap manusia).” (HR. Bukhari-Muslim)

 

Apa Itu Zakat Fitrah?

Zakat fitrah (zakat al-fitr) merupakan zakat yang diwajibkan pada setiap umat islam baik laki-laki dan perempuan yang dilakukan pada saat bulan Ramadhan sebelum melaksanakan shalat  Idul Fitri. 

Zakat jenis ini merupakan zakat kesucian, menunaikan zakat ini berarti kembali menyucikan harta, karena di dalam setiap harta terdapat hak bagi orang lain. Sehingga tidak ada alasan satu pun bagi seorang muslim untuk meninggalkan kewajiban berzakat. Zakat jenis ini juga dimaknai sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama yang kurang mampu, agar dapat sama-sama merasakan kebahagian di hari raya Idul Fitri. 

 

Hukum

Zakat fitrah hukumnya wajib bagi semua umat muslim yang hidup pada saat bulan Ramadhan. Baik itu besar, anak kecil, laki-laki, perempuan, lansia, budak ataupun merdeka, termasuk bayi baru lahir. Jadi, jika terdapat seorang ibu yang baru saja melahirkan bayi hidup di bulan Ramadhan, maka si bayi sudah berhak mengeluarkan zakat. 

Selain itu, yang berhak mengeluarkan zakat fitrah adalah mereka yang mempunyai kelebihan rezeki atau makanan satu hari satu untuk malam sebanyak satu sha’ sampai  hari raya Idul Fitri. 

 

doa zakat fitrah

 

Apa Yang Boleh Dipakai Untuk Menunaikan Zakat Fitrah?

Beberapa hadis menyebutkan bahwa zakat fitrah yang dikeluarkan oleh Rasulullah SAW berupa gandum. Namun karena di Indonesia sendiri gandum bukan barang yang mudah ditemui. Oleh karena itu, para ulama berijtihad bahwa yang boleh digunakan untuk berzakat adalah semua jenis makanan pokok. 

Bahan makanan pokok yang dimaksud adalah semua yang bersifat mengenyangkan, banyak ditanam orang dan tahan lama. Di Indonesia, makanan pokoknya adalah beras, jadi karena itulah banyak yang menggunakan beras untuk berzakat.  Setiap jiwa berkewajiban mengeluarkan zakat fitrah sebesar satu sha’ atau setara dengan 2,5 kg/jiwa. 

Shaikh Yusuf Qardawi memperbolehkan zakat fitrah ditunaikan dengan uang tunai yang nilai tukarnya setara 1 sha’ gandum, kurma atau beras. Besar uang yang digunakan untuk berzakat disesuaikan dengan harga beras yang dikonsumsi pada saat itu. 

Untuk wilayah Jabodetabek, sesuai SK ketua BAZNAS No. 27 Tahun 2020,  nilai zakat fitrah dan fidyah ditetapkan sebesar Rp. 40.000/ jiwa. 

 

Waktu Zakat Fitrah

Ada beberapa ketetapan waktu membayar zakat bagi umat islam yaitu :

1. Waktu ta’jil

Membayar zakat di waktu ta’jil yaitu awal bulan Ramadhan tiba hingga sebelum berbuka puasa di hari terakhir Ramadhan. Hukum membayar zakat pada waktu ta’jil adalah diperbolehkan.

2. Waktu wajib

Waktu yang wajib membayar zakat adalah setelah matahari terbenam (ba’da maghrib) hingga sebelum shalat subuh di akhir bulan Ramadhan. 

3. Waktu afdal/ terbaik

Waktu yang paling baik menunaikan zakat fitrah adalah setelah selesai shalat subuh sampai tiba waktu pelaksanaan shalat Idul Fitri. Dalam hal ini, shalat Idul Fitri yang dijadikan parameter adalah waktu pelaksanaan di tempat tinggal masing-masing orang. 

 

Syarat Muzakki

Muzakki adalah sebutan untuk orang yang berkewajiban mengeluarkan zakat. Adapun syarat muzakki adalah :

    1. Beragama islam, termasuk seorang mualaf yang masuk islam setelah matahari terbenam di akhir bulan Ramdhan.
  1. Mengalami kehidupan di bulan Ramadhan. Seperti yang diulas sebelumnya, bahwa bayi baru lahir sebelum matahari terbenam di hari terakhir bulan Ramadhan wajib berzakat. Demikian pula seseorang yang meninggal di saat sebelum matahari terbenam di hari terakhir bulan Ramadhan masih tetap wajib menunaikan zakat.
  2. Mampu bayar zakat, dalam artian masih mempunyai rezeki untuk mencukupi kebutuhan keluarga ketika hari raya nanti.

 

Rukun 

Berikut rukun dari zakat fitrah, antara lain :

  1. Niat

Berikut bacaan niat berzakat untuk diri sendiri, yaitu :

“Nawaitu an uhrija zakat fitri anna wa‘an jami’i maa yalzamuni nafqu tuhun syiar a’an far dzolillahi ta’ala”.

Artinya : “ saya berniat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri karena Allah ta’ala” 

  1. Ada muzakki ( orang yang berzakat fitrah)
  2. Ada mustahik (orang yang menerima zakat fitrah)
  3. Ada harta yang dipergunakan untuk berzakat

Biasanya petugas yang menyalurkan zakat (amil) disunnahkan untuk menambahkan beberapa doa yang  baik agar mendapatkan keberkahan illahi. 

 

Cara Mengeluarkan Zakat Fitrah

Zakat fitrah dapat disalurkan melalui lembaga amil zakat yang terpercaya, salah satunya adalah Panti Yatim Indonesia. Yang membedakan zakat jenis ini dengan lainnya adalah dikeluarkan sebelum shalat Idul Fitri. 

 

Yang Berhak Menerima Zakat

Di dalam surat At-Taubah ayat 60 sudah ditulis dengan jelas, bahwa terdapat 8 golongan yang mempunyai hak untuk menerima zakat

Berikut adalah 8 golongan yang be